Empat Klinik Baru Bantuan Sahabat Dermawan Siap Beri Layanan Medis Terbaik untuk Warga Gaza

ACT kembali menambah jumlah Indonesia Medical Clinic di Gaza. Total ada empat tambahan IMC yang berada di empat kegubernuran di Gaza.

Empat Klinik Baru Bantuan Sahabat Dermawan Siap Beri Layanan Medis Terbaik untuk Warga Gaza

Update : 18 Jun 2021 16:35

ACTNews, GAZA – Dalam ikhtiar memaksimalkan pemulihan Gaza, Aksi Cepat Tanggap kembali menambah jumlah Klinik Indonesia atau Indonesia Medical Clinic di Gaza. Total ada empat tambahan IMC yang berada di empat kegubernuran berbeda di Gaza, yakni Kota Gaza, Area Tengah, Khan Younis, dan Raffah.

Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, pembukaan klinik diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan para korban luka dari serangan-serangan angkatan bersenjata Israel yang sering kali dialami masyarakat Gaza.

Klinik ini akan memberikan layanan medis dan pengobatan gratis, baik layanan umum atau spesialis. Untuk klinik di Kota Gaza, bahkan ada klinik anak, fisioterapi, dan pusat rehabilitasi. Klinik ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti bedah tingkat menengah, hingga ruang darurat yang akan menampung pasien kritis,” kata Firdaus, Kamis (17/6/2021).

Empat klinik baru tersebut, melengkapi kehadiran satu klinik yang sudah lebih dulu beroperasi di Gaza Utara dekat perbatasan Gaza-Israel. Berbeda dengan IMC yang pertama, klinik-klinik baru ini adalah klinik yang sebelumnya sudah beroperasi, dan memberikan layanan berbayar. “Insyaallah setelah klinik didukung oleh ACT, layanan kesehatan akan diberikan lengkap dan gratis,” kata Firdaus.

Setiap klinik dapat menangani hingga 1.000 pasien tiap bulannya. Sehingga, jika lima klinik dari ACT ini aktif secara bersamaan, akan dapat memberi layanan medis dan obat gratis setidaknya untuk 5.000 pasien setiap bulannya.

Bersamaan dengan itu, klinik-klinik Indonesia juga akan terintegrasi dengan ambulans-ambulans ACT. Saat ini jumlah ambulans yang sudah siap beroperasi pun disiapkan lima unit. Sedekah Sekarang